Sabtu, 14 Maret 2015

Makalah Konseling Lintas Budaya



MAKALAH
KONSELING LINTAS BUDAYA

Dosen Pengampu : DR.H.M Jumarin, M.Pd

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MAHASISWA YANG SERING TERLAMBAT MASUK KELAS

copast.jpg

Disusun oleh :
MEGA HANIF FATEAH

NIM          : 11012027
Prodi         : Bimbingan dan Konseling
Jurusan      : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Fakultas    : Ilmu Pendidikan



INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
WATES YOGYAKARTA
2014


KATA PENGANTAR

      Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah, safa’at dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MAHASISWA YANG SERING TERLAMBAT MASUK KELAS sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
      Selain untuk memenuhi tugas yang diberikan, makalah ini juga dapat digunakan untuk menambah wacana kita. Sehingga bagi para pembaca yang membaca Makalah ini akan memperoleh tambahan wawasan yang mungkin akan berguna kelak.
          Meskipun demikian tidak serta merta dalam pembuatannya dapat selalu berjalan dengan lancar, karena hal-hal yang tidak di duga dapat muncul sebagai penghalang dalam pembuatannya.
Sehingga pada kesempatan kali ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang memberikan ridlo-Nya pada penulis sehingga dapat
    menyelesaikan makalah ini dengan baik.
2. DR.H.M  Jumarin ,M.Pd selaku dosen dari mata kuliah Konseling Lintas
    Budaya yang sudah memberi masukan dalam pembuatan makalah ini.
3. Orang tua penulis yang senantiasa memberi dukungan, dorongan serta
    doa yang tiada hentinya pada penulis.

      Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan di dalam penulisan Makalah ini.
      Semoga dengan makalah ini ini kami dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan dan peningkatan pendidikan dan ilmu pengetahuan.


Wates, Juni 2014
Penyusun




DAFTAR ISI

Halaman Judul ……………………………………………………………   i
Kata Pengantar ……………………………………………………………  ii
Daftar Isi ………………………………………………………………….   iii

BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah ………………………………………….   1
B.   Rumusan Masalah ………………………………………………..    3
C.   Tujuan …………………………………………………………….   3

BAB II PEMBAHASAN
A.  Faktor Keterlambatan Mahasiswa ………………………………..   4
B.   Cara Mengatasi ……………………………………………………  6
C.   Implementasi dalam BK ………………………………………….   9

BAB III PENUTUP
A.  Simpulan …………………………………………………………..  12
B.   Saran ………………………………………………………………. 12

Daftar Pustaka …………………………………………………………….. 13




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
      Sebuah fenomena dalam kehidupan mahasiswa zaman sekarang ialah jam tidur yang tidak teratur. Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa mahasiswa sering terlambat masuk kuliah atupun sering tidak mengikuti jam kuliah. Selain jam tidur itu sendiri, jarak tempat tinggal dengan kampus juga menjadi penyebab mahasiswa yang terlambat dan tidak mengikuti kuliah, dan juga tingkat kehadiran mahasiswa itu sendiri.
      Di dalam dunia yang tak pernah berhenti selama 24 jam penuh ini memang masalah waktu menjadi fenomena yang sangat besar dalam kehidupan, banyak orang yang belum dapat mengatur waktunya seefisien mungkin agar waktu yang dia miliki itu menjadi bermanfaat. Pada kenyataannya orang-orang terutama para remaja dan dalam kasus ini adalah mahasiswa yang kurang bisa mengatur waktunya. Mereka menggunakan waktunya kebanyakan hanya untuk hal-hal yang sifatnya bersenang-senang tanpa mempedulikan kapan mereka harus beristirahat atau tidur. Mereka juga kurang memikirkan untuk apa mereka sebenarnya kuliah itu.
      Kebanyakan mahasiswa yang kurang dapat memenfaatkan waktunya tersebut bertempat tinggal dikost dan tinggal sendiri. Mahasiswa yang tinggal dikost dan hidup secara sendiri tanpa orang tua atau orang yang mengawasinya cenderung memiliki kebiasaan jam tidur yang kurang teratur, mereka tidur kebanyakan di atas jam 12 malam, bahkan sampai tidak tidur sama sekali semalaman. Hal ini memang agaknya sudah menjadi fenomena yang tidak dapat dihindari. Adapun waktu tidur yang baik untuk remaja yaitu selama 5 sampai 6 jam sehari, itu waktu tidur saat malam hari. Namun kebanyakan mahasiswa malah tidak tidur pada saat malam hari. Akibat dari kebiasaan jam tidur yang kurang teratur ini adalah mahasiswa kekurangan waktu untuk tidur dan menjadi sering bangun tidur kesiangan saat ada kuliah pagi. Walupun dia dia bangun, mungkin dia juga merasa malas untuk mengikuti kuliah pagi tersebut. Ada juga yang dia bisa bangun pagi lalu masuk kuliah, namun dia hanya menjadi patung yang tidak konsentrasi pada kuliah, hanya bengong saja dan terlihat lemah, letih, lesu tidak bersemangat karena dia kurang tidur semalaman. Atau bahkan saking cueknya mahasiswa itu,walaupun dia masuk kuliah jam siang, dia tetap saja tidak bangun karena jam tidurnya dirasa masih kurang. Memang tidak semua mahasiswa yang tidur malam atau suka begadang seperti itu, namun dari fakta-fakta yang kami temukan mahasiswa yang kurang teratur jam tidurnya cenderung seperti itu.
      Kalau dibandingkan dengan mahasiswa yang relatif lebih teratur jam tidurnya, mereka yang kurang bisa mengatur jam tidurnya cenderung lebih sering datang terlambat atau bahkan tidak hadir saat kuliah. Dan kebanyakan dari mahasiswa yang teratur jam tidurnya, mereka lebih bisa bangun pagi, kemudian motivasi untuk hadir dan belajar di kampus juga lebih tinggi. Motivasi belajar atau mendengarkan dan memahami materi perkuliahan juga lebih tinggi. Dan mereka juga tidak sering absen. Prestasinya juga relatif lebih baik.
      Persoalan lain terkait tingkat kehadiran mahasiswa di kampus yaitu jarak tempat tinggal dengan kampus. Tempat tinggal dengan kampus yang letaknya relatif lebih dekat dengan kampus, tingkat kehadirannya relatif lebih banyak atau lebih teratur dibanding mahasiswa yang tempat tinggalnya lebih jauh dari kampus. Mereka juga tidak sering terlambat. Beda halnya dengan mahasiswa yang tempat tinggalnya jauh dari kampus, mereka cenderung jarang berangkat kuliah, berangkatpun kadang mereka juga terlambat.
      Ada beberapa hal yang memicu keterlambatan mahasiswa masuk kelas, antaranya jarak tempuh tempat tinggal menuju kampus, jarak tempuh sangat mempengaruhi tingkat kehadiran mahasiswa kurang teratur maka sering terlambat masuk kuliah, karena masalah ini sangat kompleks mulai dari jarang tempuh yang jauh, kemudian keadaan jalanan yang semakin hari semakin ramai, yang membikin macet perjalanan, lalu masalah yang mungkin bisa meenghampiri seperti kecelakaan atau ban kempes, semua itu sangat berpengaruh dalam kehadiran mahasiswa di kampus. Yang kedua juga berhubungan dengan jam tidur, jam tidur yang terlalu malam yang kemudian menyebabkan dia merasa malas untuk bangun pagi, malas dalam perjalanannya yang jauh menuju kampus.
      Permasalahan jam tidur dan jarak tempat tinggal ini tergantung kepada yang menjalani itu sendiri, tidak jarang mahasiswa yang sering tidur malam, namun dia tetap rajin masuk kuliah, dia juga aktif dalam kuliah dan organisasi, dia bisa mengatur waktunya untuk sejenak beristirahat dalam menjalani kegiatan-kegiatannya. Mahasiswa yang jarak tempat tinggalnya jauh juga banyak yang rajin, tidak sering terlambat kuliah ataupun tidak masuk, dia tetap masuk sesuai dengan jam kuliah. Mahasiswa yang seperti ini memang kebanyakan mempunyai motivasi yang lebih terhadap kuliahnya, mereka juga biasanya memiliki pandangan-pandangan yang tidak seperti mahasiswa pada umumnya, atau mereka memang sudah terbiasa melakukannya sedari sekolah dulu. Dia terbiasa bangun pagi walapun tidur malam karena dulu disekolah diharuskan berangkat selalu jam tujuh, jadi mereka sudah terbiasa melakukan itu berulang-ulang selama 12 tahun atau lebih selama disekolah dahulu.
      Kedua fenomena ini memang sudah tidak bisa kita hindari lagi, fenomena sudah banyak menjangkiti generasi mahasiswa zaman sekarang ini. Keduanya sedikit banyak telah mempengaruhi pola pikir, dan kehidupan mahasiswa kebanyakan. Memang sulit untuk kita merubah kebiasaan seperti ini menjadi kebiasaan yang baik. Namun alangkah baiknya jika kita hendaknya sedikit demi sedikit mencoba mengurangi kebiasaan buruk itu.

B. Rumusan Masalah
1. Apa alasan mahasiswa sering terlambat masuk kelas?
2. Bagaimana cara mengatasi mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas?
3. Bagaimana implementasinya dalam Bimbingan dan Konseling?

C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu :
1. Mengetahui alasan mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas.
2. Mengetahui cara mengatasi mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas.
3. Mengetahui implementasinya dalam bimbingan dan konseling.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Faktor Keterlambatan Mahasiswa
      Salah satu kebiasaan buruk seorang mahasiswa adalah kebiasaan terlambat. Banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang mahasiswa terlambat ke kampus, bisa jadi karena faktor dari dalam diri mahasiswa itu, karena sering menunda nunda waktu atau bisa juga karena faktor dari luar, misalnya macet di jalan, dan lain sebagainya. Sering terlambat ke kampus, secara tidak langsung akan sangat mempengaruhi prestasi akademik. Karena di samping nilai ujian yang di tuntut, presentase kehadiran selama satu semester juga di perhitungkan. Biasanya, kehadiran mahasiswa di tuntut paling tidak mencapai 80 %.
Di bawah ini ada beberapa tinjauan tentang keterlambatan mahasisiswa, ykani :
1. Keterlambatan karena adanya tingkah laku menyimpang yang menyalahi
    aturan atautata tertib yang ada di kampus baik tertulis maupun tidak tertulis.
2. Keterlambatan siswa ada 2 kemungkinan yaitu terlambat karena sengaja dan
    keterlambatan karena tidak disengaja.
Untuk lebih jelasnya pada uraian berikut :
a. Terlambat sengaja
Kebanyakan siswa menlanggar terlambat sengaja dikarenakan;
mereka malas berbaris, mereka belum sempat merokok, karena ada mata
pelajaran pertama yang mereka tidak suka atau dengan alasan yang tidak
sesuai dan tidak bisa diterima alasan yang rasional.
b. Terlambat tidak sengaja
Mahasiswa yang mempunyai rumah lebih jauh dengan lingkungan kampus kemungkinan besar terjadi mereka akan terlambat namun hal ini tidak termasuk terlambat sengaja, siapa tahu dengan keterlambatannya itu ada beberapa hal tidak diduga olehnya seperti: tidak ada kendaraan (karena sopir angkot mogok kerja), bis yang mereka tumpangi bannya bocor sehingga terlambat, kemungkinan hujan lebat atau dengan alasan yang rasional. Tempat tinggal yang jauh menjadi kendala kedisiplinan waktu. Memang ada sebagian dari mereka yang rumahnya sangat jauh dari kampus bahkan tidak ada transportasi yang mendukung. Untuk sampai pada jalan besar mereka
harus jalan berkilo-kilo yang memakan waktu lama. Sehingga pada saat
sampai di sekolah sudah terlambat,
c. Faktor laim penyebab mahasiswa sering datang terlambat
Keterlambatan mahasiswa disebabkanoleh beberapa faktor, faktor pribadi yang bersumber dari diri sendiri yang malas dan tidak disiplin, faktor keluarga: misalnya disuruh orang tua untuk mengantarkan ke pasar atau ke rumah sakit, dan lingkungan juga sangat mempengaruhi.
      Dari tiga alasan di atas, memunculkan kesimpulan bahwa mahasiswa yang sering terlambat ke kampus karena jarak dari rumah menuju kampus lumayan jauh. Ia tida memilih untuk kost di dekat lingkungan kampus karena setiap pagi harus bangun pagi-pagi sekali untuk membantu orang tuanya bekerja. Setelah selesai membantu orang tua, baru berangkat ke kampus. Kesehariannya memang selalu membantu orang tua, untuk itu perlu mengorbankan sedikit waktu agar semua waaktunya dapat digunakan secara merata tanpa ada yang dirugikan maksimal.
      Mahasiswa yang sering dating terlambat ke kampus memiliki alasan yang faktual  bahwa dirinya terlambat bukan karena malas ke kampus atau sengaja dating terlambat ke kampus. Namun karena harus menyelesaikan tugasnya di rumah membantu orang tua bekerja.
      Meski hal itu sering membuat tidak nyaman teman=teman di kampus maupun dosen pengampu, mahasiswa tetap berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan kelas dan materi kuliah yang di beri oleh dosen pengampu. Jika sesekali tertinggal kuliah, maka mahasiswa meminjam catatan teman atau bertanya langsung pada dosen mengenai materi kuliah yang tertinggal.
      Dari alasan yang sudah diteliti dengan metode pengamatan ini, membuktikan bahwa tidak semua mahasiswa terlambat datang ke kampus karena faktor disengaja saja, namun karena tuntutan kewajiban yang harus diselesaikan di rumah sebagai rasa tanggung jawab dalam membagi waktu antara tugas rumah dan kuliah.


B. Cara Mengatasi
      Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan begitu pula mengenai kebiasaan seorang mahasiswa yang sering datang terlambat ke kampus.
Di bawah ini beberapa cara mengatasi kebiasaan terlambat masuk kelas menurut penelitian Isnaini (2011), yakni :
1. Mempersiapkan diri 1-2 jam lebih awal dari biasanya.
Berlatih lah memperkirakan jumlah waktu yang kamu butuhkan untuk bersiap-siap, misalnya dari tempat kost hingga perjalanan ke lokasi tujuan. Jika, kamu termasuk orang yang sering terlamat dalam bersiap-siap, mulai dari mandi, dandan, dsb, maka kamu bisa mengatasi hal tersebut dengan mencoba berlatih mempersipakan diri 1-2 jam sebelum janjian bertemu atau kegiatan yang akan kamu datangi. Bahkan, kamu bisa mulai mempersiapkan hal-hal sederhana seperti tas, pakaian, atau sepatu yang akan kamu kenakan di malam hari sebelum tidur. Jadi ketika esok hari kamu terlambat bangun, tidak perlu tergesa-gesa menyiapkan barang bawaan.
2. Disiplin membuat jadwal secara detail
Adanya jadwal yang kamu buat membantu dapat mencegah kamu melupakan sesuatu yang akan dibawa atau yang akan dikerjakan. ingat! jangan asal buat jadwal, tapi disiplin lah mengikuti jadwal yang sudah kamu tetapkan.
3. Memanfaatkan fungsi pengingat (reminder)
Handpone merupakan barang elektronik yang tidak dapat dilepaskan dari kita sebagai mahasiswa. disetiap handphon jadul sekalipun ada tersedia fitur reminder / alarm sechedule. nah kamu dapat memanfaatkan fitur reminder yang ada di handphone  tersebut secara optimal untuk membantu kamu dalam mengingatkan tugas atau janji-janji yang telah kamu jadwalkan. sebenarnya ada juga cara lain (yang mungkin agak kekanak kanakan tapi sangat efektif) tuliskan janji /jadwal atau tugas yang hendak kamu lakukan pada sebuah kertas dengan warna-warna cerah dan tempelkan pada benda yang sering kamu lihat atau gunakan. Misalnya laptop, meja belajar, atau mungkin pintu kamar. Apabila kedua cara diatas masih tidak mempan juga bisa manfaatkan orang-orang terdekat untuk menjadi remindermu seperti orangtua, kakak, adik, pacar, teman, bahkan pembantu di rumahmu.

4. Usahakan datanglah lebih awal

Datang lebih awal, memiliki manfaat tersendiri, yakni kamu punya  waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri. contoh : jika Seandainya tiba tiba terjadi perubahan mendadak, kamu juga dapat mengantisipasinya. seperti terjadinya perubahan lokasi atau janji ketemuan yang ternyata dimajukan lebih awal.

5. Camkan baik-baik keterlambatan anda akan mempengaruhi orang lain

Anda harus belajar dan berlatih untuk peduli dengan keterlambatan, karena keterlambatan dapat mempengaruhi atau bahkan menghambat aktivitas orang lain.
6. Memajukan jam tangan atau jam di handphone
Dengan memajukan jam tangan atau jam di handphone 15 menit atau 30 menit. dengan begini akan buru-buru pergi ke kampus, karena akan menganggap jam itu menunjukkan waktu yang maju. Ini tentu akan membantu untuk bangun pagi lebih cepat, bersiap-siap lebih cepat, dan berangkat lebih cepat.
7. Persiapkan hal hal yang perlu di bawa pada malam hari
Kebiasaan buruk seorang mahasiswa adalah tidak mempersiapkan dari awal hal hal yang perlu di bawa ke kampus. misalnya saja  buku catatan, buku buku sumber belajar, tugas-tugas kampus, dan lain sebagainya. ketika akan berangkat ke kampus, mahasiswa biasanya baru sibuk menyiapkan semuanya. inilah yang menyita waktu keberangakatan mahasiswa. Jika tidak ingin terlambat, maka perlu mempersiapkan semuanya di malam hari sebelum tidur, esok pagi sudah siap dan tinggal berangkat tanpa perlu menyiapkan kembali.
8. Tidak tidur terlalu larut malam
Jika seorang mahasiswa yang memiliki kebiasaan tidur terlalu malam, sebaiknya mulai mencobalah untuk mengurangi kebiasaan itu. Tidur terlalu malam akan membuat mahasiswa bangun kesiangan. Ini tentu saja menambah resiko terlambat ke kampus. Tidur terlalu malam biasanya di sebabkan karena terlalu asyik melakukan aktivitas di malam hari, misalnya online, main game, nonton bola, dan lain lain. Maka dari itu, untuk mahasiswa yang memiliki kebiasaan tidur terlalu larut, cobalah mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan itu, tidurlah lebih cepat, agar kamu tidak bangun kesiangan.
9. Gunakan alat bantu bangun tidur
Mahasiswa dapat menggunakan alat-alat tertentu untuk membantu bangun lebih cepat. Dengan memanfaatkan jam alarm yang ada di handphone untuk membantu bangun lebih cepat. Settinglah jam alarm sekitar jam 4.00 atau jam 5.00 agar bisa bangun lebih cepat. Ketika alarm sudah membangunkan di pagi hari, segeralah bangun, dan bersiap-siap. Biasanya mahasiswa cenderung malas untuk bangun, padahal alarm sudah membangunkannya.
10. Berangkat jauh sebelum jam masuk
Mahasiswa yang mampu melakukan cara-cara mengurangi kebiasaan terlambat yang ini, dijamin tidak akan terlambat lagi sampai di kampus. Selain itu, perlu memperhatikanlah jarak tempat tinggal dengan kampus. Jika jam masuk jam 08.00, maka mahasiswa berangkat jam 07.00. Apabila mempunyai kendaraan pribadi, ini bukanlah masalah yang besar, tapi jika mahasiswa menggunakan transportasi umum, sebaiknya berangkat jauh sebelum jam masuk adalah hal yang wajib agar tidak terlambat sampai di kampus.
11. Jangan singgah di tempat lain selama perjalanan
Ketika dalam perjalanan menuju kampus, fokuslah pada perjalanan jangan singgah di tempat lain. Jika mahasiswa mempunyai kebiasaan itu, cobalah kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan kamu itu. karena, walaupun sebentar, secara tak sadar, kegiatan itu akan menghambat perjalanan kamu menuju kampus.
      Dari beberapa cara mengatasi kebiasaan mahasiswa datang terlambat ke kampus, akan membantu mengurangi kebiasaan terlambat yang sebenarnya akan berpengaruh pada akademik mahasiswa. Perlu diketahui hal-hal di atas tidak perlu dilakukan sam persis, namun mahasiswa bisa memilih beberapa alternative yang sesuai dengan keinginannya.
C. Implementasi dalam Bimbingan dan Konseling
      Pada makalah ini penulis memaparkan dua hal yang perlu diperhatikan dalam pemecahan masalah pada mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas. Dua hal tersebut yaitu mengenai manajemen bimbingan dan konseling sedangkan hal yang lain adalah mengenai terapi tingkah laku Behavior.
1. Manajemen Bimbingan dan Konseling
      Menurut Uman Suherman (2011 : 29) secara sistematik manajemen diperlukan dalam mengatasi kebiasaan mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas, karena dalam kehidupan sehari-hari yang kegiatannya berkelanjutan memerlukan adanya manajemen bagi individu. Entah itu manajemen diri atau manajemen karena faktor eksternal.
      Manajemen dapat diartikan sebagai proses mengadakan, mengatur dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap penting guna mencapai suatu tujuan. Lebih konkritnya yakni manajemen merupakan keseluruhan proses aktivitas yang dilakukan oleh individu dalam suatu sistem dengan menggunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
      Agar manajemen bimbingan dan konseling mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dengan menggunakan sumber daya yang efisien, maka layanan Bimbingan dan Konseling perlu diurus, diatur, dikemudikan, dikendalikan, ditangani, dikelola, diselenggarakan, dijalankan, dilaksanakan dan dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian, keterampilan serta wawasan dan pemahaman tentang arah, tujuan, fungsi, strategi, dan indikator keberhasilannya. Keseluruhan aktivitas layanan bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan dan mendayagunakan sumber-sumber seperti manusia, matrial, alaat dan fasilitas, waktu, keuangan, dan pemasaran.
      Dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling perlu adanya program yang disusun  yang tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan bimbingan itu sendiri agar program dapat berjalan efektif dan efisien. Dalam membuat program yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang pada pembuatan program layanan bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin di capai sesuai dengan harapan pendidikan dan individu.
      Nurihsan (2003:87) menjelaskan bahwa untuk tercapainya program perencanaan yang efektif dan efisien, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya :
a.       Analisis kebetuhan dan permasalahan klien.
b.      Penentuan tujuan program layanan bimbingan dan konseling yang ingin dicapai.
c.       Analisis situasi dan kondisi di kampus.
d.      Penentuan jenis-jenis kegiatan yang dilakukan.
e.       Penetapan metode dan teknik yang akan dilakukan dalam kegiatan.
f.       Penetapan personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan
g.      Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanann kegiatan bimbingan yang direncanakan.
h.      Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang dilakukan dalam menangani hambatan-hambatan.

2. Terapi Tingkal Laku Behavior
      Pada makalah ini penulis menggunakan pendekatan terapi behavior dalam memecahkan masalah seorang mahasiswa yang sering datang terlambat masuk kelas. Alasan menggunakan pendekatan behavior karena menurut para ahli bahwa seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar, dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-pripsip belajar.
      Sayekti Pujosuwarno (1993 : 80-81), konsep utama dari terapi behavior adalah reinforcement, hal ini dapat merupakan ganjaran tersendiri, misalnya apabila mengubah tingkah laku yang gagap, tidak perlu member ganjaran khusus, sesudah ia tidak gagap, tetapi tidak gagapnya itu sendiri merupakan ganjaran bagi individu tersebut. Menurut Brammer prinsip belajar yang telah diaplikasikan dalam terpai adalah operant conditioning dan desensitization. Operan conditioning yaitu bahwa kecemasan tidak merupakan variable utama. Yang penting dalam teknik ini penggunaan reinforcement dalam mengganti tingkah laku yang maladaptive.
      Terapi behavior sebagai aplikasi metode eksperimen terhadap masalah tingkah laku abnormal dan maladaptive. Pendekatan behavior tidak banyak menggunakan bahasa verbal, tetapi langsung menggarap symptom yang tampak pada klien. Pendekatan ini bertujuan menghilangkan tingkah laku yang maladaptive dan membentuk tingkah laku baru.
      Teknik yang digunakan dalam memecahkan masalah mahasiswa yang sering datang terlambat masuk kelas sesuai dengan terapi behavior ini yaitu dengan menggunakan teknik imitation modeling. Teknik modeling adalah salah satu cara belajar bahwa seolah-olah klien itu mengalami sendiri atau melihat orang lain mengalami dan ia mengikuti apa yang dilakukan orang lain itu dalam menanggulangi masalah. Sehingga klien akan menirunya. Role playing adalah salah satu contoh dari teknik ini. Modeling dapat dilakukan dalam situasi sebenarnya, film atau tape.
      Dari penjelasan di atas mengenai teknik yang digunakan untuk memecahkan masalah mahasiswa yang sering datang terlambat masuk kelas maka dapat ditarik titik terang bagi seorang konselor tentang bagaimana cara membantu klien agar dapat mengubah tiangkah laku yang maldaptive menjadi tingkah laku well adaptive. Dalam teknik ini diperlukan waktu yang tidak sedikit. Klien perlu melatih diri sendiri dan membiasakan mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan sering datang terlambat masuk kelas.



BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
      Dari berbagai uraian yang telah dijelaskan pada pokok bahasan di atas, penulis menyimpulakan bahwa mahasiswa yang sering datang terlambat masuk kelas bukan karena sengaja datang terlambat ataupun karena tidak disengaja. Namun alasan keterlambatannya karena mahasiswa harus menyelesaikan tugas-tugasnya di rumah untuk membantu pekerjaan orang tua setiap harinya.
      Adapun berbagai macam cara mengatasi mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas, antara lain mempersiapkan diri 1-2jam lebiah awal dari biasanya; disiplin membuat jadwal secara detail; memanfaatkan fungsi pengingat (reminder); camkan baik-baik keterlambatan seorang mahasiswa akan memperngaruhi mahasiswa yang lain; memajukan jam tangan atau jam pada handphone; tidak tidur terlalu malam; berangkat jauh sebelum jam masuk kuliah.
     Implementasi dalam bimbingan dan konseling, penulis menjelaskan dua aspek, yang pertama yaitu dengan manajemen bimbingan dan konseling sedangkan aspek yang satunya dengan pendekatan teori tingkah laku Behavior. Kedua aspek ini dapat membantu mahasiswa untuk mengatasi kebiasaan terlambat datang kuliah. Dengan memanajemen diri, mahasiswa akan lebih disiplin dan dengan merubah tingkah laku behavior dapat mengubah tingkah laku kebiasaan buruk.

B. Saran
      Dari makalah ini, penulis menyarankan sebaiknya mahasiswa yang sering datang terlambat masuk kelas perlu mengubah kebiasaanya demi prestasi akademiknya dan juga dapat meningkatkan kedisiplinannya. Harapannya dengan makalah ini akan membantu mahasiswa agar sadar akan penting kedisiplinan diri. Kesuksusan individu berawal dari manajemen diri yang disiplin, namun tidak lepas akan niat dan usaha yang dilakukannya.


Daftar Pustaka

Isnaini (2011). Faktor-Faktor Penyebab Siswa Sering Datang Terlambat.[online].
Tersedia: http:id.shvoong.com/social-sciences/counseling/2173167-faktor-
faktor-penyebab-siswa-sering/[13 Juni 2011]
Nurihsan, A. Juntika. (2003). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Bandung:
            Mutiara.
Pujosuwarno, Sayekti. (1993). Berbagai Pendekatan dalam Konseling.
            Yogyakarta: Menara Mas Offset.
Suherman AS, Uman. (2011). Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bandung:
            RIZQI PRESS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar