MAKALAH
KONSELING LINTAS
BUDAYA
Dosen
Pengampu : DR.H.M Jumarin, M.Pd
LAYANAN BIMBINGAN DAN
KONSELING PADA MAHASISWA YANG SERING TERLAMBAT MASUK KELAS

Disusun
oleh :
MEGA
HANIF FATEAH
NIM :
11012027
Prodi : Bimbingan dan Konseling
Jurusan : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Fakultas : Ilmu Pendidikan
INSTITUT
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU
REPUBLIK INDONESIA
WATES YOGYAKARTA
2014
KATA
PENGANTAR
Syukur alhamdulillah
penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah, safa’at dan inayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MAHASISWA YANG SERING TERLAMBAT MASUK KELAS sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan.
Selain untuk memenuhi tugas yang diberikan, makalah
ini juga dapat digunakan untuk menambah wacana kita. Sehingga bagi para pembaca
yang membaca Makalah ini akan memperoleh tambahan wawasan yang mungkin akan
berguna kelak.
Meskipun demikian
tidak serta merta dalam pembuatannya dapat selalu berjalan dengan lancar,
karena hal-hal yang tidak di duga dapat muncul sebagai penghalang dalam
pembuatannya.
Sehingga pada
kesempatan kali ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang memberikan ridlo-Nya pada penulis sehingga
dapat
menyelesaikan makalah
ini dengan baik.
2. DR.H.M Jumarin ,M.Pd
selaku dosen dari mata kuliah Konseling Lintas
Budaya yang sudah
memberi masukan dalam pembuatan makalah
ini.
3. Orang tua penulis yang senantiasa memberi dukungan, dorongan
serta
doa yang tiada
hentinya pada penulis.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mohon maaf apabila terdapat
kesalahan di dalam penulisan Makalah ini.
Semoga dengan makalah ini ini kami dapat
memberikan kontribusi untuk pengembangan dan peningkatan pendidikan dan ilmu
pengetahuan.
Wates,
Juni 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Judul …………………………………………………………… i
Kata
Pengantar …………………………………………………………… ii
Daftar
Isi …………………………………………………………………. iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah …………………………………………. 1
B. Rumusan
Masalah ……………………………………………….. 3
C. Tujuan
……………………………………………………………. 3
BAB
II PEMBAHASAN
A. Faktor
Keterlambatan Mahasiswa ……………………………….. 4
B. Cara
Mengatasi …………………………………………………… 6
C. Implementasi
dalam BK …………………………………………. 9
BAB
III PENUTUP
A. Simpulan
………………………………………………………….. 12
B. Saran
………………………………………………………………. 12
Daftar
Pustaka …………………………………………………………….. 13
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Sebuah fenomena dalam kehidupan mahasiswa zaman sekarang ialah jam tidur yang tidak teratur. Hal ini
menjadi salah satu penyebab mengapa mahasiswa sering terlambat masuk kuliah
atupun sering tidak mengikuti jam kuliah. Selain jam tidur itu sendiri, jarak
tempat tinggal dengan kampus juga menjadi penyebab mahasiswa yang terlambat dan
tidak mengikuti kuliah, dan juga tingkat kehadiran mahasiswa itu sendiri.
Di dalam dunia yang tak pernah berhenti selama 24 jam penuh
ini memang masalah waktu menjadi fenomena yang sangat besar dalam kehidupan,
banyak orang yang belum dapat mengatur
waktunya seefisien mungkin agar waktu yang dia miliki itu menjadi bermanfaat.
Pada kenyataannya orang-orang terutama para remaja dan dalam kasus ini adalah
mahasiswa yang kurang bisa mengatur waktunya. Mereka menggunakan waktunya
kebanyakan hanya untuk hal-hal yang sifatnya bersenang-senang tanpa
mempedulikan kapan mereka harus beristirahat atau tidur. Mereka juga kurang
memikirkan untuk apa mereka sebenarnya kuliah itu.
Kebanyakan mahasiswa yang kurang dapat memenfaatkan
waktunya tersebut bertempat tinggal dikost dan tinggal sendiri. Mahasiswa yang
tinggal dikost dan hidup secara sendiri tanpa orang tua atau orang yang
mengawasinya cenderung memiliki kebiasaan jam tidur yang kurang teratur, mereka
tidur kebanyakan di
atas jam 12
malam, bahkan sampai tidak tidur sama sekali semalaman. Hal ini memang agaknya
sudah menjadi fenomena yang tidak dapat dihindari. Adapun waktu tidur yang baik
untuk remaja yaitu selama 5 sampai 6 jam sehari, itu waktu tidur saat malam
hari. Namun kebanyakan mahasiswa malah tidak tidur pada saat malam hari. Akibat
dari kebiasaan jam tidur yang kurang teratur ini adalah mahasiswa kekurangan
waktu untuk tidur dan menjadi sering bangun tidur kesiangan saat ada kuliah
pagi. Walupun dia dia bangun, mungkin dia juga merasa malas untuk mengikuti kuliah
pagi tersebut. Ada juga yang dia bisa bangun pagi lalu masuk kuliah, namun dia
hanya menjadi patung yang tidak konsentrasi pada kuliah, hanya bengong saja dan
terlihat lemah, letih, lesu tidak bersemangat karena dia kurang tidur
semalaman. Atau bahkan saking cueknya mahasiswa itu,walaupun dia masuk kuliah
jam siang, dia tetap saja tidak bangun karena jam tidurnya dirasa masih kurang.
Memang tidak semua mahasiswa yang tidur malam atau suka begadang seperti itu,
namun dari fakta-fakta yang kami temukan mahasiswa yang kurang teratur jam
tidurnya cenderung seperti itu.
Kalau dibandingkan
dengan mahasiswa yang relatif lebih teratur jam tidurnya, mereka yang kurang
bisa mengatur jam tidurnya cenderung lebih sering datang terlambat atau bahkan
tidak hadir saat kuliah. Dan kebanyakan dari mahasiswa yang teratur jam
tidurnya, mereka lebih bisa bangun pagi, kemudian motivasi untuk hadir dan
belajar di kampus juga lebih tinggi. Motivasi belajar atau mendengarkan dan
memahami materi perkuliahan juga lebih tinggi. Dan mereka juga tidak sering
absen. Prestasinya juga relatif lebih baik.
Persoalan lain terkait tingkat kehadiran mahasiswa di
kampus yaitu jarak tempat tinggal dengan kampus. Tempat tinggal dengan kampus
yang letaknya relatif lebih dekat dengan kampus, tingkat kehadirannya relatif
lebih banyak atau lebih teratur dibanding mahasiswa yang tempat tinggalnya
lebih jauh dari kampus. Mereka juga tidak sering terlambat. Beda halnya dengan
mahasiswa yang tempat tinggalnya jauh dari kampus, mereka cenderung jarang
berangkat kuliah, berangkatpun kadang mereka juga terlambat.
Ada beberapa hal yang memicu keterlambatan mahasiswa
masuk kelas, antaranya jarak tempuh tempat tinggal menuju kampus, jarak tempuh
sangat mempengaruhi tingkat kehadiran mahasiswa kurang teratur maka sering terlambat masuk
kuliah, karena masalah ini sangat kompleks mulai dari jarang tempuh yang jauh,
kemudian keadaan jalanan yang semakin hari semakin ramai, yang membikin macet
perjalanan, lalu masalah yang mungkin bisa meenghampiri seperti kecelakaan atau
ban kempes, semua itu sangat berpengaruh dalam kehadiran mahasiswa di kampus.
Yang kedua juga berhubungan dengan jam tidur, jam tidur yang terlalu malam yang
kemudian menyebabkan dia merasa malas untuk bangun pagi, malas dalam
perjalanannya yang jauh menuju kampus.
Permasalahan jam tidur dan jarak tempat tinggal ini
tergantung kepada yang menjalani itu sendiri, tidak jarang mahasiswa yang
sering tidur malam, namun dia tetap rajin masuk kuliah, dia juga aktif dalam
kuliah dan organisasi, dia bisa mengatur waktunya untuk sejenak beristirahat
dalam menjalani kegiatan-kegiatannya. Mahasiswa yang jarak tempat tinggalnya
jauh juga banyak yang rajin, tidak sering terlambat kuliah ataupun tidak masuk,
dia tetap masuk sesuai dengan jam kuliah. Mahasiswa yang seperti ini memang
kebanyakan mempunyai motivasi yang lebih terhadap kuliahnya, mereka juga
biasanya memiliki pandangan-pandangan yang tidak seperti mahasiswa pada
umumnya, atau mereka memang sudah terbiasa melakukannya sedari sekolah dulu.
Dia terbiasa bangun pagi walapun tidur malam karena dulu disekolah diharuskan
berangkat selalu jam tujuh, jadi mereka sudah terbiasa melakukan itu
berulang-ulang selama 12 tahun atau lebih selama disekolah dahulu.
Kedua fenomena ini memang sudah tidak bisa kita hindari
lagi, fenomena sudah banyak menjangkiti generasi mahasiswa zaman sekarang ini.
Keduanya sedikit banyak telah mempengaruhi pola pikir, dan kehidupan mahasiswa
kebanyakan. Memang sulit untuk kita merubah kebiasaan seperti ini menjadi
kebiasaan yang baik. Namun alangkah baiknya jika kita hendaknya sedikit demi
sedikit mencoba mengurangi kebiasaan buruk itu.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa alasan mahasiswa sering terlambat masuk kelas?
2.
Bagaimana cara mengatasi mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas?
3.
Bagaimana implementasinya dalam Bimbingan dan Konseling?
C.
Tujuan
Tujuan
dari makalah ini yaitu :
1.
Mengetahui alasan mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas.
2.
Mengetahui cara mengatasi mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas.
3.
Mengetahui implementasinya dalam bimbingan dan konseling.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Faktor Keterlambatan Mahasiswa
Salah satu kebiasaan buruk seorang
mahasiswa adalah kebiasaan terlambat. Banyak faktor yang bisa menyebabkan
seorang mahasiswa terlambat ke kampus, bisa jadi karena faktor dari dalam diri
mahasiswa itu, karena sering menunda nunda waktu atau bisa juga karena faktor
dari luar, misalnya macet di jalan, dan lain sebagainya. Sering terlambat ke
kampus, secara tidak langsung akan sangat mempengaruhi prestasi akademik. Karena
di samping nilai ujian yang di tuntut, presentase kehadiran selama satu semester
juga di perhitungkan. Biasanya, kehadiran mahasiswa di tuntut paling tidak
mencapai 80 %.
Di bawah ini ada beberapa tinjauan
tentang keterlambatan mahasisiswa, ykani :
1. Keterlambatan karena adanya
tingkah laku menyimpang yang menyalahi
aturan atautata tertib yang ada di kampus baik tertulis maupun tidak
tertulis.
2. Keterlambatan siswa ada 2
kemungkinan yaitu terlambat karena sengaja dan
keterlambatan karena tidak disengaja.
Untuk lebih jelasnya pada uraian
berikut :
a. Terlambat sengaja
Kebanyakan siswa menlanggar
terlambat sengaja dikarenakan;
mereka malas berbaris, mereka belum sempat merokok, karena ada mata
pelajaran pertama yang mereka tidak suka atau dengan alasan yang tidak
sesuai dan tidak bisa diterima alasan yang rasional.
mereka malas berbaris, mereka belum sempat merokok, karena ada mata
pelajaran pertama yang mereka tidak suka atau dengan alasan yang tidak
sesuai dan tidak bisa diterima alasan yang rasional.
b. Terlambat tidak sengaja
Mahasiswa yang mempunyai rumah
lebih jauh dengan lingkungan kampus kemungkinan besar terjadi mereka akan
terlambat namun hal ini tidak termasuk terlambat sengaja, siapa tahu dengan keterlambatannya
itu ada beberapa hal tidak diduga olehnya seperti: tidak ada kendaraan (karena
sopir angkot mogok kerja), bis yang mereka tumpangi bannya bocor sehingga
terlambat, kemungkinan hujan lebat atau dengan alasan yang rasional. Tempat
tinggal yang jauh menjadi kendala kedisiplinan waktu. Memang ada sebagian dari
mereka yang rumahnya sangat jauh dari kampus bahkan tidak ada transportasi yang
mendukung. Untuk sampai pada jalan besar mereka
harus jalan berkilo-kilo yang memakan
waktu lama. Sehingga pada saat
sampai di sekolah sudah terlambat,
c. Faktor laim penyebab mahasiswa
sering datang terlambat
Keterlambatan mahasiswa disebabkanoleh
beberapa faktor, faktor pribadi yang bersumber dari diri sendiri yang malas dan
tidak disiplin, faktor keluarga: misalnya disuruh orang tua untuk mengantarkan
ke pasar atau ke rumah sakit, dan lingkungan juga sangat mempengaruhi.
Dari tiga alasan di atas, memunculkan
kesimpulan bahwa mahasiswa yang sering terlambat ke kampus karena jarak dari
rumah menuju kampus lumayan jauh. Ia tida memilih untuk kost di dekat
lingkungan kampus karena setiap pagi harus bangun pagi-pagi sekali untuk
membantu orang tuanya bekerja. Setelah selesai membantu orang tua, baru
berangkat ke kampus. Kesehariannya memang selalu membantu orang tua, untuk itu
perlu mengorbankan sedikit waktu agar semua waaktunya dapat digunakan secara merata
tanpa ada yang dirugikan maksimal.
Mahasiswa yang sering dating terlambat ke
kampus memiliki alasan yang faktual
bahwa dirinya terlambat bukan karena malas ke kampus atau sengaja dating
terlambat ke kampus. Namun karena harus menyelesaikan tugasnya di rumah
membantu orang tua bekerja.
Meski hal itu sering membuat tidak nyaman
teman=teman di kampus maupun dosen pengampu, mahasiswa tetap berusaha
menyesuaikan diri dengan lingkungan kelas dan materi kuliah yang di beri oleh
dosen pengampu. Jika sesekali tertinggal kuliah, maka mahasiswa meminjam
catatan teman atau bertanya langsung pada dosen mengenai materi kuliah yang
tertinggal.
Dari alasan yang sudah diteliti dengan
metode pengamatan ini, membuktikan bahwa tidak semua mahasiswa terlambat datang
ke kampus karena faktor disengaja saja, namun karena tuntutan kewajiban yang
harus diselesaikan di rumah sebagai rasa tanggung jawab dalam membagi waktu
antara tugas rumah dan kuliah.
B. Cara Mengatasi
Tidak ada penyakit yang tidak bisa
disembuhkan begitu pula mengenai kebiasaan seorang mahasiswa yang sering datang
terlambat ke kampus.
Di bawah ini beberapa cara
mengatasi kebiasaan terlambat masuk kelas menurut penelitian Isnaini (2011), yakni :
1. Mempersiapkan
diri 1-2 jam lebih awal dari biasanya.
Berlatih
lah memperkirakan jumlah waktu yang kamu butuhkan untuk bersiap-siap, misalnya
dari tempat kost hingga perjalanan ke lokasi tujuan. Jika, kamu termasuk orang
yang sering terlamat dalam bersiap-siap, mulai dari mandi, dandan, dsb, maka
kamu bisa mengatasi hal tersebut dengan mencoba berlatih mempersipakan diri 1-2
jam sebelum janjian bertemu atau kegiatan yang akan kamu datangi. Bahkan, kamu
bisa mulai mempersiapkan hal-hal sederhana seperti tas, pakaian, atau sepatu
yang akan kamu kenakan di malam hari sebelum tidur. Jadi ketika esok hari kamu
terlambat bangun, tidak perlu tergesa-gesa menyiapkan barang bawaan.
2.
Disiplin membuat jadwal secara detail
Adanya
jadwal yang kamu buat membantu dapat mencegah kamu melupakan sesuatu yang akan
dibawa atau yang akan dikerjakan. ingat! jangan asal buat jadwal, tapi disiplin
lah mengikuti jadwal yang sudah kamu tetapkan.
3.
Memanfaatkan fungsi pengingat (reminder)
Handpone
merupakan barang elektronik yang tidak dapat dilepaskan dari kita sebagai
mahasiswa. disetiap handphon jadul sekalipun ada tersedia fitur reminder /
alarm sechedule. nah kamu dapat memanfaatkan fitur reminder yang ada di
handphone tersebut secara optimal untuk membantu kamu dalam mengingatkan
tugas atau janji-janji yang telah kamu jadwalkan. sebenarnya ada juga cara lain
(yang mungkin agak kekanak kanakan tapi sangat efektif)
tuliskan janji /jadwal atau tugas yang hendak kamu lakukan pada sebuah kertas
dengan warna-warna cerah dan tempelkan pada benda yang sering kamu lihat atau
gunakan. Misalnya laptop, meja belajar, atau mungkin pintu kamar. Apabila kedua
cara diatas masih tidak mempan juga bisa manfaatkan orang-orang terdekat untuk
menjadi remindermu seperti orangtua, kakak, adik, pacar, teman, bahkan
pembantu di rumahmu.
4. Usahakan datanglah lebih awal
Datang
lebih awal, memiliki manfaat tersendiri, yakni kamu punya waktu lebih
banyak untuk mempersiapkan diri. contoh : jika Seandainya tiba tiba terjadi
perubahan mendadak, kamu juga dapat mengantisipasinya. seperti terjadinya
perubahan lokasi atau janji ketemuan yang ternyata dimajukan lebih awal.
5. Camkan baik-baik keterlambatan anda akan mempengaruhi orang lain
Anda
harus belajar dan berlatih untuk peduli dengan keterlambatan, karena
keterlambatan dapat mempengaruhi atau bahkan menghambat aktivitas orang lain.
6.
Memajukan jam tangan atau jam di handphone
Dengan memajukan jam tangan atau
jam di handphone 15 menit atau 30 menit. dengan begini akan buru-buru pergi ke
kampus, karena akan menganggap jam itu menunjukkan waktu yang maju. Ini tentu
akan membantu untuk bangun pagi lebih cepat, bersiap-siap lebih cepat, dan
berangkat lebih cepat.
7.
Persiapkan hal hal yang perlu di bawa pada malam hari
Kebiasaan buruk seorang mahasiswa
adalah tidak mempersiapkan dari awal hal hal yang perlu di bawa ke kampus.
misalnya saja buku catatan, buku buku sumber belajar, tugas-tugas kampus,
dan lain sebagainya. ketika akan berangkat ke kampus, mahasiswa biasanya baru
sibuk menyiapkan semuanya. inilah yang menyita waktu keberangakatan mahasiswa.
Jika tidak ingin terlambat, maka perlu mempersiapkan semuanya di malam hari
sebelum tidur, esok pagi sudah siap dan tinggal berangkat tanpa perlu
menyiapkan kembali.
8. Tidak
tidur terlalu larut malam
Jika seorang mahasiswa yang
memiliki kebiasaan tidur terlalu malam, sebaiknya mulai mencobalah untuk
mengurangi kebiasaan itu. Tidur terlalu malam akan membuat mahasiswa bangun
kesiangan. Ini tentu saja menambah resiko terlambat ke kampus. Tidur terlalu
malam biasanya di sebabkan karena terlalu asyik melakukan aktivitas di malam
hari, misalnya online, main game, nonton bola, dan lain lain. Maka dari itu,
untuk mahasiswa yang memiliki kebiasaan tidur terlalu larut, cobalah mengurangi
sedikit demi sedikit kebiasaan itu, tidurlah lebih cepat, agar kamu tidak
bangun kesiangan.
9. Gunakan
alat bantu bangun tidur
Mahasiswa dapat menggunakan alat-alat
tertentu untuk membantu bangun lebih cepat. Dengan memanfaatkan jam alarm yang
ada di handphone untuk membantu bangun lebih cepat. Settinglah jam alarm sekitar
jam 4.00 atau jam 5.00 agar bisa bangun lebih cepat. Ketika alarm sudah
membangunkan di pagi hari, segeralah bangun, dan bersiap-siap. Biasanya mahasiswa
cenderung malas untuk bangun, padahal alarm sudah membangunkannya.
10.
Berangkat jauh sebelum jam masuk
Mahasiswa yang mampu melakukan
cara-cara mengurangi kebiasaan terlambat yang ini, dijamin tidak akan terlambat
lagi sampai di kampus. Selain itu, perlu memperhatikanlah jarak tempat tinggal
dengan kampus. Jika jam masuk jam 08.00, maka mahasiswa berangkat jam 07.00.
Apabila mempunyai kendaraan pribadi, ini bukanlah masalah yang besar, tapi jika
mahasiswa menggunakan transportasi umum, sebaiknya berangkat jauh sebelum jam
masuk adalah hal yang wajib agar tidak terlambat sampai di kampus.
11.
Jangan singgah di tempat lain selama perjalanan
Ketika dalam perjalanan menuju
kampus, fokuslah pada perjalanan jangan singgah di tempat lain. Jika mahasiswa mempunyai kebiasaan itu, cobalah
kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan kamu itu. karena, walaupun sebentar,
secara tak sadar, kegiatan itu akan menghambat perjalanan kamu menuju kampus.
Dari beberapa cara mengatasi kebiasaan
mahasiswa datang terlambat ke kampus, akan membantu mengurangi kebiasaan
terlambat yang sebenarnya akan berpengaruh pada akademik mahasiswa. Perlu
diketahui hal-hal di atas tidak perlu dilakukan sam persis, namun mahasiswa
bisa memilih beberapa alternative yang sesuai dengan keinginannya.
C. Implementasi dalam Bimbingan dan
Konseling
Pada makalah ini penulis memaparkan dua
hal yang perlu diperhatikan dalam pemecahan masalah pada mahasiswa yang sering
terlambat masuk kelas. Dua hal tersebut yaitu mengenai manajemen bimbingan dan
konseling sedangkan hal yang lain adalah mengenai terapi tingkah laku Behavior.
1. Manajemen Bimbingan dan
Konseling
Menurut Uman Suherman (2011 : 29) secara
sistematik manajemen diperlukan dalam mengatasi kebiasaan mahasiswa yang sering
terlambat masuk kelas, karena dalam kehidupan sehari-hari yang kegiatannya
berkelanjutan memerlukan adanya manajemen bagi individu. Entah itu manajemen
diri atau manajemen karena faktor eksternal.
Manajemen dapat diartikan sebagai proses
mengadakan, mengatur dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap
penting guna mencapai suatu tujuan. Lebih konkritnya yakni manajemen merupakan
keseluruhan proses aktivitas yang dilakukan oleh individu dalam suatu sistem
dengan menggunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan
efisien.
Agar manajemen bimbingan dan konseling
mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dengan menggunakan sumber daya
yang efisien, maka layanan Bimbingan dan Konseling perlu diurus, diatur,
dikemudikan, dikendalikan, ditangani, dikelola, diselenggarakan, dijalankan,
dilaksanakan dan dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian, keterampilan serta
wawasan dan pemahaman tentang arah, tujuan, fungsi, strategi, dan indikator
keberhasilannya. Keseluruhan aktivitas layanan bimbingan dan konseling seorang
konselor perlu memperhatikan dan mendayagunakan sumber-sumber seperti manusia,
matrial, alaat dan fasilitas, waktu, keuangan, dan pemasaran.
Dalam kegiatan layanan bimbingan dan
konseling perlu adanya program yang disusun
yang tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan bimbingan itu
sendiri agar program dapat berjalan efektif dan efisien. Dalam membuat program
yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang pada pembuatan
program layanan bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin di capai sesuai
dengan harapan pendidikan dan individu.
Nurihsan (2003:87) menjelaskan bahwa
untuk tercapainya program perencanaan yang efektif dan efisien, maka ada
beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya :
a. Analisis
kebetuhan dan permasalahan klien.
b. Penentuan
tujuan program layanan bimbingan dan konseling yang ingin dicapai.
c. Analisis
situasi dan kondisi di kampus.
d. Penentuan
jenis-jenis kegiatan yang dilakukan.
e. Penetapan
metode dan teknik yang akan dilakukan dalam kegiatan.
f. Penetapan
personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan
g. Persiapan
fasilitas dan biaya pelaksanann kegiatan bimbingan yang direncanakan.
h. Perkiraan
tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang dilakukan
dalam menangani hambatan-hambatan.
2. Terapi Tingkal Laku
Behavior
Pada makalah ini penulis menggunakan
pendekatan terapi behavior dalam memecahkan masalah seorang mahasiswa yang
sering datang terlambat masuk kelas. Alasan menggunakan pendekatan behavior
karena menurut para ahli bahwa seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara
belajar, dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan
prinsip-pripsip belajar.
Sayekti Pujosuwarno (1993 : 80-81), konsep
utama dari terapi behavior adalah reinforcement, hal ini dapat merupakan
ganjaran tersendiri, misalnya apabila mengubah tingkah laku yang gagap, tidak
perlu member ganjaran khusus, sesudah ia tidak gagap, tetapi tidak gagapnya itu
sendiri merupakan ganjaran bagi individu tersebut. Menurut Brammer prinsip
belajar yang telah diaplikasikan dalam terpai adalah operant conditioning dan
desensitization. Operan conditioning yaitu bahwa kecemasan tidak merupakan
variable utama. Yang penting dalam teknik ini penggunaan reinforcement dalam
mengganti tingkah laku yang maladaptive.
Terapi behavior sebagai aplikasi metode
eksperimen terhadap masalah tingkah laku abnormal dan maladaptive. Pendekatan
behavior tidak banyak menggunakan bahasa verbal, tetapi langsung menggarap
symptom yang tampak pada klien. Pendekatan ini bertujuan menghilangkan tingkah
laku yang maladaptive dan membentuk tingkah laku baru.
Teknik yang digunakan dalam memecahkan
masalah mahasiswa yang sering datang terlambat masuk kelas sesuai dengan terapi
behavior ini yaitu dengan menggunakan teknik imitation modeling. Teknik
modeling adalah salah satu cara belajar bahwa seolah-olah klien itu mengalami
sendiri atau melihat orang lain mengalami dan ia mengikuti apa yang dilakukan
orang lain itu dalam menanggulangi masalah. Sehingga klien akan menirunya. Role
playing adalah salah satu contoh dari teknik ini. Modeling dapat dilakukan
dalam situasi sebenarnya, film atau tape.
Dari penjelasan di atas mengenai teknik
yang digunakan untuk memecahkan masalah mahasiswa yang sering datang terlambat
masuk kelas maka dapat ditarik titik terang bagi seorang konselor tentang
bagaimana cara membantu klien agar dapat mengubah tiangkah laku yang maldaptive
menjadi tingkah laku well adaptive. Dalam teknik ini diperlukan waktu yang
tidak sedikit. Klien perlu melatih diri sendiri dan membiasakan mengurangi
bahkan menghilangkan kebiasaan sering datang terlambat masuk kelas.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
Dari berbagai uraian yang telah
dijelaskan pada pokok bahasan di atas, penulis menyimpulakan bahwa mahasiswa
yang sering datang terlambat masuk kelas bukan karena sengaja datang terlambat
ataupun karena tidak disengaja. Namun alasan keterlambatannya karena mahasiswa
harus menyelesaikan tugas-tugasnya di rumah untuk membantu pekerjaan orang tua
setiap harinya.
Adapun berbagai macam cara mengatasi
mahasiswa yang sering terlambat masuk kelas, antara lain mempersiapkan diri
1-2jam lebiah awal dari biasanya; disiplin membuat jadwal secara detail;
memanfaatkan fungsi pengingat (reminder);
camkan baik-baik keterlambatan seorang mahasiswa akan memperngaruhi mahasiswa
yang lain; memajukan jam tangan atau jam pada handphone; tidak tidur terlalu
malam; berangkat jauh sebelum jam masuk kuliah.
Implementasi dalam bimbingan dan
konseling, penulis menjelaskan dua aspek, yang pertama yaitu dengan manajemen
bimbingan dan konseling sedangkan aspek yang satunya dengan pendekatan teori
tingkah laku Behavior. Kedua aspek ini dapat membantu mahasiswa untuk mengatasi
kebiasaan terlambat datang kuliah. Dengan memanajemen diri, mahasiswa akan
lebih disiplin dan dengan merubah tingkah laku behavior dapat mengubah tingkah
laku kebiasaan buruk.
B.
Saran
Dari makalah ini, penulis menyarankan
sebaiknya mahasiswa yang sering datang terlambat masuk kelas perlu mengubah
kebiasaanya demi prestasi akademiknya dan juga dapat meningkatkan
kedisiplinannya. Harapannya dengan makalah ini akan membantu mahasiswa agar
sadar akan penting kedisiplinan diri. Kesuksusan individu berawal dari
manajemen diri yang disiplin, namun tidak lepas akan niat dan usaha yang
dilakukannya.
Daftar
Pustaka
Isnaini (2011). Faktor-Faktor
Penyebab Siswa Sering Datang Terlambat.[online].
Tersedia: http:id.shvoong.com/social-sciences/counseling/2173167-faktor-
faktor-penyebab-siswa-sering/[13 Juni 2011]
Nurihsan,
A. Juntika. (2003). Dasar-Dasar Bimbingan
dan Konseling. Bandung:
Mutiara.
Pujosuwarno,
Sayekti. (1993). Berbagai Pendekatan
dalam Konseling.
Yogyakarta:
Menara Mas Offset.
Suherman
AS, Uman. (2011). Manajemen Bimbingan dan
Konseling. Bandung:
RIZQI PRESS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar