Sabtu, 14 Maret 2015

ANALISIS UBAH TINGKAH LAKU



TUGAS
ANALISIS UBAH TINGKAH LAKU
Dosen Pengampu : Anita Dewi Astuti M.Pd










Oleh :
Mega hanif Fateah (11012027)
                        Semester VI R1 A







PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI WATES

Tugas Menganalisis Tingkah Laku Diri Sendiri

A. Identitas diri :
Subjek                    : Mega Hanif Fateah
Gender                   : Perempuan
Usia                        : 21 tahun
Pekerjaan                : Mahasiswi

B. Langkah-langkah :
1. Deselerasi           : Kepribadian ganda
2. Akselerasi           : Konsistensi
3. Spesifik              : Selalu ada perbedaan dalam tingkah laku maupun pola pikir dalam
                          hitungan hari, jam,bahkan menit
4. Tempat               : Lingkungan

C. Analisis deskriptif
Mega Hanif seorang mahasiswa jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan di IKIP PGRI Wates Kulon Progo. Menurut analisa, Mega memiliki suatu kepribadian yang aneh, anggap saja kepribadian ganda. Tingkah laku dan pola pikirannya juga aneh. Kadang hati dan pikiran tidak sesuai dengan ucapan, kadang ucapannya melenceng dari fakta atau bahkan terlalu spesifik. Dalam pergaulan Mega  dapat menyesuaikan diri dengan baik. Entah lingkungan baru atau lingkungan yang belum dikenal dapat beradaptasi dengan cepat. Pemahaman mengenai lingkungan yang baru maupun lama dapat diserap dengan cepat den menyesuaikan diri dengan baik.
Namun dalam kenyataan kesehariannya, Mega seperti orang yang mudah badmood, mudah berubah pikiran, sering labil, sulit kontrol emosi. Itu semua dapat berubah dalam sekejap tanpa didasari faktor tertentu. Ibarat tidak ada angin tidak ada petir tapi langsung hujan. Namun hujan itu tidak lama. Selang beberapa menit saja Mega sudah lupa dengan kejadian aneh dalam perubahan sikap, pola pikir dan tingkah lakunya. Hal ini sering membuat bingung teman-teman sehingga mereka akan sulit menebak pikiran dan hati Mega.
Keadaan demikian akan sulit mengatasi masalah pribadi dengan cara curhat pada orang lain. Kejadian buruk yang mengacaukan pikirannya akan hilang dalam sekejap saja dan akan dilupakan dalam waktu yang sangat singkat tanpa hitungan jam. Dan segala masalah yang terjadi akan dilupakan hanya dengan tidur. Ketika bangun tidur, semua masalah seolah olah usah terpecahkan tanpa adanya penyelesaian. Ibarat masalah hanyalah angin lalu. Keadaan saat badmood dapat menghilangkan kontrol diri yang akan membuat stress berat yang lama sembuhnya. Namun stres yang dialaminya adalah ketidaksadaran dengan apa yang sedang terjadi akibat beban masalha yang tidak terpecahkan.
Teman-teman Mega banyak yang bingung dengan sifat, kepribadian dan karakternya karena segala tingkah lakunya dapat berubah kilat bagai angin yang tidak terlihat. Kadang tingkah lacunya dapat mengganggu ketenangan teman-teman akibat dari tingkah laku kurang normal karena kepribadian yang sangat cepat perubahannya.

D. Bagan Analisis Pengubahan Tingkah Laku
Anteseden
Behavior
Consequence
1. Melamun
2. Duduk sendirian
3. Dosen keras
4. Teman bicara berbisik
5. Saat siang hari
Sasaran Deselerasi
- Kecerdasan emosi yang
  lemah
1. Tersinggung jika
    diingatkan
2. Tidak suka didekati teman
3. Tidak diperhatiakn teman
4. Diingatkan dosen
1. Mengerjakan Tugas
2. Disiplin kuliah
3. Memperhatikan dosen
4. Tidak melamun
5. Pintar menatur waktu
Sasaran Akselerasi
-Konsistensi
1. Teman membiarkan Mega
2. Teman mendiamkan Mega
3. Dosen menyuruh dengan
    halus dan lembut
4. Mengikuti kata hati

E. Kesimpulan
1. Mega tidak suka diperintah dengan cara yang tidak halus dan lembut.
2. Mega membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang mendalam.
3. Mega perlu bantuan dalam penyelesaian masalah yang mengganggu mentalnya.
4. Tidak suka berada di tempat yang ramai.
5. Menyukai kesunyian dan kesendirian.


Teori

A. Konsep
Pemecahan kepribadian atau sering juga disebut kepribadian ganda, atau juga lebih terkenal dengan nama alter ego. Merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Kadang si penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya.
Akan tetapi,ada kasus penyembuhan dimana dua pribadi atau lebih yang ada dalam tubuh ini saling mengenal,dan mereka melakukan sinkronisasi atau menyelaraskan pola pikir,sifat,dan tujuan mereka sehingga mereka mampu membagi segalanya yang ada di hidup mereka dengan perjanjian atau syarat tertentu yang mereka buat sendiri.Dengan begitu mereka mampu menjalani kehidupan normal bahkan bisa mengendalikan pengambilan alih badan atas keinginan mereka sendiri.Penderita yang sudah melakukan sinkronisasi dengan dirinya yang satu lagi akan terlihat seperti orang normal selayaknya.
Terlebih lagi penderita yang sudah melakukan sinkronisasi bila dilihat dari luar akan terlihat seperti orang yang mempunyai banyak keahlian,hal ini dikarenakan kepribadian si penderita yang lain mempunyai sifat dan keahlian tersendiri,sehingga ketika si kepribadian asli tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan kepribadian lainnya,Ia akan bertukar dengan kepribadian yang ahli dalam hal itu untuk diandalakan dalam menyelesaikan hal tersebut.
DID (Dissociative Identity Disorder) atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda. Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.
Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah karena trauma masa kecil.

Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi).

B. Proses Terbentuknya Kepribadian Ganda
Ketika dewasa, individu memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi.
Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya.
Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995), proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses psikologis. Kita akan mengambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan.
1. Proses Pertama
Anak perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of body experience" yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.
2. Proses Kedua
Sebuah penghalang memori kemudian dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan. Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya. Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman.



C. Ciri-ciri Kepribadian Ganda
Menurut artikel fenomena tubuh manusia, ada beberapa ciri kepribadian ganda :
1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang
tersebut.
2. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut
(Switching).
3. Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan
dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.
4. Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi
seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.
Dari empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan sangat penting.
98 persen mereka yang mengidap DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas muncul (switching). Ketika kepribadian utama berhasil mengambil alih kembali, ia tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi ketika identitas sebelumnya berkuasa.
Walaupun sebagian besar psikolog telah mengakui adanya kelainan kepribadian ganda ini, namun sebagian lainnya menolak mengakui keberadaannya.

D. Macam-macam Amnesia
Menurut Muhammad Fakhrurrozi, ada tiga macam bentuk amnesia, yakni :
1.         Amnesia Terlokalisasi
Dimana peristiwa yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu hilang dari ingatan. Misalnya, orang tersebut tidak bisa mengingat kembali untuk beberapa jam atau hari setelah suatu kejadian yang menekan atau traumatis seperti perang atau kecelakaan.
2.         Amnesia Selektif
Seseorang lupa hanya pada hal-hal khusus yang mengganggu yang terdapat dalam suatu periode waktu tertentu. Misalnya, seorang tentara dapat mengingat seluruh jalannya pertempuran, tapi lupa peristiwa saat sahabatnya tertembak.
3.         Amnesia Menyeluruh
Seseorang melupakan seluruh kehidupannya-siapa dirinya, pekerjaannya, tempat tinggalnya, dan informasi pribadi lainnya. Tapi tetap bisa mempertahankan kebiasaan, selera dan ketrampilan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar