TUGAS
ANALISIS
UBAH TINGKAH LAKU
Dosen Pengampu : Anita Dewi Astuti M.Pd

Oleh :
Mega hanif Fateah (11012027)
Semester VI R1 A
PRODI
BIMBINGAN DAN KONSELING
JURUSAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
IKIP
PGRI WATES
Tugas Menganalisis Tingkah Laku Diri Sendiri
A. Identitas diri :
Subjek : Mega Hanif Fateah
Gender : Perempuan
Usia : 21 tahun
Pekerjaan :
Mahasiswi
B. Langkah-langkah :
1. Deselerasi : Kepribadian ganda
2. Akselerasi : Konsistensi
3. Spesifik : Selalu ada perbedaan dalam
tingkah laku maupun pola pikir dalam
hitungan hari,
jam,bahkan menit
4. Tempat :
Lingkungan
C. Analisis deskriptif
Mega
Hanif seorang mahasiswa jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan di IKIP PGRI
Wates Kulon Progo. Menurut analisa, Mega memiliki suatu kepribadian yang aneh,
anggap saja kepribadian ganda. Tingkah laku dan pola pikirannya juga aneh.
Kadang hati dan pikiran tidak sesuai dengan ucapan, kadang ucapannya melenceng
dari fakta atau bahkan terlalu spesifik. Dalam pergaulan Mega dapat menyesuaikan diri dengan baik. Entah
lingkungan baru atau lingkungan yang belum dikenal dapat beradaptasi dengan
cepat. Pemahaman mengenai lingkungan yang baru maupun lama dapat diserap dengan
cepat den menyesuaikan diri dengan baik.
Namun
dalam kenyataan kesehariannya, Mega seperti orang yang mudah badmood, mudah
berubah pikiran, sering labil, sulit kontrol emosi. Itu semua dapat berubah
dalam sekejap tanpa didasari faktor tertentu. Ibarat tidak ada angin tidak ada
petir tapi langsung hujan. Namun hujan itu tidak lama. Selang beberapa menit
saja Mega sudah lupa dengan kejadian aneh dalam perubahan sikap, pola pikir dan
tingkah lakunya. Hal ini sering membuat bingung teman-teman sehingga mereka
akan sulit menebak pikiran dan hati Mega.
Keadaan
demikian akan sulit mengatasi masalah pribadi dengan cara curhat pada orang
lain. Kejadian buruk yang mengacaukan pikirannya akan hilang dalam sekejap saja
dan akan dilupakan dalam waktu yang sangat singkat tanpa hitungan jam. Dan
segala masalah yang terjadi akan dilupakan hanya dengan tidur. Ketika bangun
tidur, semua masalah seolah olah usah terpecahkan tanpa adanya penyelesaian.
Ibarat masalah hanyalah angin lalu. Keadaan saat badmood dapat menghilangkan kontrol
diri yang akan membuat stress berat yang lama sembuhnya. Namun stres yang
dialaminya adalah ketidaksadaran dengan apa yang sedang terjadi akibat beban
masalha yang tidak terpecahkan.
Teman-teman
Mega banyak yang bingung dengan sifat, kepribadian dan karakternya karena
segala tingkah lakunya dapat berubah kilat bagai angin yang tidak terlihat.
Kadang tingkah lacunya dapat mengganggu ketenangan teman-teman akibat dari
tingkah laku kurang normal karena kepribadian yang sangat cepat perubahannya.
D. Bagan Analisis Pengubahan Tingkah Laku
|
Anteseden
|
Behavior
|
Consequence
|
|
1. Melamun
2. Duduk sendirian
3. Dosen keras
4. Teman bicara berbisik
5. Saat siang hari
|
Sasaran Deselerasi
- Kecerdasan emosi yang
lemah
|
1. Tersinggung jika
diingatkan
2. Tidak suka didekati teman
3. Tidak diperhatiakn teman
4. Diingatkan dosen
|
|
1. Mengerjakan Tugas
2. Disiplin kuliah
3. Memperhatikan dosen
4. Tidak melamun
5. Pintar menatur waktu
|
Sasaran Akselerasi
-Konsistensi
|
1. Teman membiarkan Mega
2. Teman mendiamkan Mega
3. Dosen menyuruh dengan
halus dan
lembut
4. Mengikuti kata hati
|
E.
Kesimpulan
1. Mega tidak suka diperintah dengan cara yang tidak
halus dan lembut.
2. Mega membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang
mendalam.
3. Mega perlu bantuan dalam penyelesaian masalah yang
mengganggu mentalnya.
4. Tidak suka berada di tempat yang ramai.
5. Menyukai kesunyian dan kesendirian.
Teori
A. Konsep
Pemecahan kepribadian atau sering juga disebut
kepribadian ganda, atau juga lebih terkenal dengan nama alter
ego.
Merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul
kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari
kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal
yang ingin dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan
bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua
pribadi sekaligus. Kadang si penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian
ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan
lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang
sifatnya.
Akan tetapi,ada kasus penyembuhan dimana dua pribadi atau
lebih yang ada dalam tubuh ini saling mengenal,dan mereka melakukan
sinkronisasi atau menyelaraskan pola pikir,sifat,dan tujuan mereka sehingga
mereka mampu membagi segalanya yang ada di hidup mereka dengan perjanjian atau
syarat tertentu yang mereka buat sendiri.Dengan begitu mereka mampu menjalani
kehidupan normal bahkan bisa mengendalikan pengambilan alih badan atas
keinginan mereka sendiri.Penderita yang sudah melakukan sinkronisasi dengan
dirinya yang satu lagi akan terlihat seperti orang normal selayaknya.
Terlebih
lagi penderita yang sudah melakukan sinkronisasi bila dilihat dari luar akan
terlihat seperti orang yang mempunyai banyak keahlian,hal ini dikarenakan
kepribadian si penderita yang lain mempunyai sifat dan keahlian
tersendiri,sehingga ketika si kepribadian asli tidak bisa melakukan sesuatu hal
yang bisa dilakukan kepribadian lainnya,Ia akan bertukar dengan kepribadian
yang ahli dalam hal itu untuk diandalakan dalam menyelesaikan hal tersebut.
DID (Dissociative Identity Disorder) atau kepribadian
ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan
menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing
memiliki nama dan karakter yang berbeda. Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian,
namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki
cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap
lingkungan yang berbeda-beda.
Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun
rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah
karena trauma masa kecil.
Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi).
Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi).
B. Proses Terbentuknya Kepribadian Ganda
Ketika dewasa, individu memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat
dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di
bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara
lain untuk bertahan terhadap sebuah
pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi.
Dengan menggunakan cara
ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman
mengerikan yang menimpanya.
Menurut
Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995), proses
disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses
psikologis. Kita akan mengambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh
seorang anak perempuan.
1. Proses Pertama
1. Proses Pertama
Anak perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual
akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa
terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of
body experience" yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya
dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa
merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya
sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan
seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.
2. Proses Kedua
Sebuah penghalang memori
kemudian dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah
diciptakan. Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual
tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun
mengenainya. Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan
terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk
mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang
anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan
dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama
teman.
C. Ciri-ciri Kepribadian
Ganda
Menurut
artikel fenomena tubuh manusia, ada beberapa ciri kepribadian ganda :
1. Harus ada dua atau lebih
identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang
tersebut.
2. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih
perilaku orang tersebut
(Switching).
3. Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang
berkenaan dengan
dirinya yang terlalu luar
biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.
4. Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek
psikologis dari substansi
seperti alkohol atau
obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.
Dari
empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan sangat penting.
98 persen mereka yang mengidap DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas muncul (switching). Ketika kepribadian utama berhasil mengambil alih kembali, ia tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi ketika identitas sebelumnya berkuasa.
98 persen mereka yang mengidap DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas muncul (switching). Ketika kepribadian utama berhasil mengambil alih kembali, ia tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi ketika identitas sebelumnya berkuasa.
Walaupun sebagian besar
psikolog telah mengakui adanya kelainan kepribadian ganda ini, namun sebagian
lainnya menolak mengakui keberadaannya.
D. Macam-macam Amnesia
Menurut
Muhammad Fakhrurrozi, ada tiga macam bentuk amnesia, yakni :
1.
Amnesia
Terlokalisasi
Dimana
peristiwa yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu hilang dari ingatan.
Misalnya, orang tersebut tidak bisa mengingat kembali untuk beberapa jam atau
hari setelah suatu kejadian yang menekan atau traumatis seperti perang atau
kecelakaan.
2.
Amnesia
Selektif
Seseorang
lupa hanya pada hal-hal khusus yang mengganggu yang terdapat dalam suatu
periode waktu tertentu. Misalnya, seorang tentara dapat mengingat seluruh
jalannya pertempuran, tapi lupa peristiwa saat sahabatnya tertembak.
3.
Amnesia
Menyeluruh
Seseorang
melupakan seluruh kehidupannya-siapa dirinya, pekerjaannya, tempat tinggalnya,
dan informasi pribadi lainnya. Tapi tetap bisa mempertahankan kebiasaan, selera
dan ketrampilan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar