Sabtu, 14 Maret 2015

Tugas Layanan Bimbingan Kelompo





TUGAS
BIMBINGAN DAN KONSELING MASYARAKAT
Dosen Pengampu : DR. Lue MM





Oleh :
Agustina Vivin Wulandari (11012003)
Galuh Retno Susanti (11012014)
Mega hanif Fateah (11012027)
                       





PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING (BK)
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN (PPB)
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI WATES





PENGANTAR

      Bismillahirrohmanirrohim, syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah, safa’at dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas meringkas yang berjudul “Layanan Bimbingan Kelompok” sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
      Selain untuk memenuhi tugas yang diberikan, ringkasan ini juga dapat digunakan untuk menambah wacana kita. Sehingga bagi para pembaca yang membaca ringkasan ini akan memperoleh tambahan wawasan yang mungkin akan berguna kelak.
      Meskipun demikian tidak serta merta dalam pembuatannya dapat selalu berjalan dengan lancar, karena hal-hal yang tidak di duga dapat muncul sebagai penghalang dalam pembuatannya.
Sehingga pada kesempatan kali ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1.                  DR. Lue, MM selaku dosen dari mata kuliah BK MASYARAKAT yang sudah memberi masukan
dalam pembuatan artikel ini.
2.                  Teman-teman dari kelompok VI  yang tidak dapat di sebutkan satu per satu yang telah membantu
hingga terselesaikannya tugas ini.
      Kami menyadari bahwa tugas meringkas ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan di dalam penulisan ringkasan buku ini.
Semoga dengan tugas meringkas  ini kami dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan dan peningkatan pendidikan dan ilmu pengetahuan.







Penyusun


Layanan Bimbingan Kelompok

A.    Pengertian
        Kelompok adalah sekumpulan orang-orang yang terdiri dari tiga orang atau lebih. Kelompok memiliki hubungan yang intensif diantara satu sama lainnya, terutama kelompok primer. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang dilakukan oleh lebih dari dua orang, tetapi dalam jumlah terbatas dan materi komunikasi hanya diakses oleh kalangan kelompok tersebut. Kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang relatif kecil yang masing-masing dihubungkan oleh beberapa tujuan yang sama dan mempunyai derajat organisasi tertentu diantara mereka.

Layanan Konseling Kelompok (KKp) dan/atau Bimbingan Kelompok (BKp) merupakan jenis layanan koseling yang mengikutkan sejumlah peserta dalam bentuk kelompok, dengan konselor sebagai pemimpin kelompok. Layanan ini mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.
Dalam BKp dibahas topik-topik umum yang menjadi kepedulian bersama anggota kelompok, sedangkan dalam KKp dibahas masalah pribadi yang dialami masing-masing anggota kelompok. Baik topik umum maupun masalah pribadi itu  dibahas melalui suasana dinamika kelompok yang intensif dan konstruktif. Layanan ini dapat dilakukan di mana saja, di dalam ruangan atau di luar ruangan, di sekolah atau di luar sekolah, di rumah salah seorang peserta atau dirumah konselor, di suatu kantor, atau di ruang praktik pribadi konselor. Di manapun kedua jenis layanan ini dilaksanakan, harus terjamin bahwa dinamika kelompok dapat berkembang dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan
kelompok.

B.     Tujuan
Tujuan umum layanan BKp dan/atau KKp adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi anggota kelompok, khususnya kemampuan dalam berkomunikasi. Secara khusus tujuan BKp dan KKp adalah sebagai berikut.
1.      BKp bertujuan membahas topik-topik tertentu yang  mengandung permasa-lahan actual dan menjadi
perhatian anggota kelompok. Melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan topic-topik itu mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif. Dalam hal ini kemampuan berkomunikasi, verbal maupun non verbal, ditingkatkan.
2.      KKp terfokus pada pembahasan masalah pribadi salah satu anggota kelompok secara bergantian.
Melalui layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para anggota kelompok memperoleh dua tujuan sekaligus, yaitu :



1.)    terkembangkannya perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap terarah pada ting-kah laku
khususnya dalam bersosialisasi/komunikasi
2.)    terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi anggota kelompok yang lain.

C.     Tahap Bimbingan dan  Konseling Kelompok
        1.      Tahap Pembentukan
      Tahap ini merupakan tahap pengenalan dan penjajakan, dimana  para peserta diharapkan dapat lebih terbuka menyampaikan harapan keinginan dan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh masing-masing anggota. Penampilan pemimpin kelompok pada tahap ini hendaknya benar-benar bisa meyakinkan anggota kelompok sebagai orang yang bisa dan bersedia membantu anggota kelompok mencapai tujuan yang diharapkan.
2.      Tahap Peralihan atau Transisi
      Tahap transisi adalah suatu tahap setelah proses pembentukan dan sebelum tahap kerja kelompok. Dalam kelompok yang diperkirakan berakhir 12-15 sesi, tahap transisi terjadi pada sesi kedua atau ketiga dan biasanya berlangsung satu samapai tiga pertemuan. Tahap ini terdiri dari dua bagian proses yang ditandai dengan ekspresi, sejumlah emosi dan interaksi anggota.
3.      Tahap Kegiatan
      Tahapan kegiatan merupakan tahap inti dari proses suatu kelompok dan merupakan kehidupan yang sebenarnya dari kelompok. Tahapan kegiatan selalu dianggap sebagai tahapan yang selalu produktif dalam perkembangan kelompok yang bersifat membangun (contructive nature) dan dengan pencapaian hasil yang baik (achievement of results) selama tahapan kerja hubungan anggota kelompok lebih bebas dan lebih menyenangkan.
4.      Tahap Pengakhiran
      Tahap pengakhiran secara keseluruhan merupakan akhir dari serangkaian pertemuan  kelompok. Keseluruhan pengalaman yang diperoleh anggota selama proses kerja ini memerlukan perhatian khusus dari pimpinan kelompok, terutama ketika kelompok hendak dibubarkan. Pembubaran kelompok secara keselruhan idealnya dilakukan setelah tujuan kelompok tercapai.
5.      Evaluasi Kegiatan
      Penilaian terhadap kegiatan konseling kelompok dapat dilakukan secara tertulis dimana para peserta diminta mengungkapkan perasaannya, harapannya, minat dan sikapnya terhadap berbagai hal, baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. Pada tahap ini dilakukan tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan kesan-kesan peserta.


D.       Metode Dan Teknik Bimbingan Kelompok.
          Salah satu metode atau teknik dalam bimbingan kelompok dapat diorentasikan pda aktivitas – aktivitas yang terstruktur,perencana dan terukur baik dalam hal durasi,materi dan resikonya. Metode atau teknik yang melibatkan aktivitas semacam itu disebut latihan. Teknik latihan ini mencakup beberapa teknik lain dalam bimbingan kelompok seperti diskusi,simulasi dan sosiogram. Beberapa ahli memiliki pendapat yang berbeda – beda mengenai penggunaan latihan dalam situasi kelompok,ada yang mendukung ada juga yang menentang. Carl Rogers (1970) merupakan salah satu yang tidak mendukung penggunaan latihan dalam situasi pokok,ia mengemukakan peran konselor yang tak terstruktur.

Jenis-jenis metode latihan antara lain :
a. Menulis
Latihan menulis terdiri atas aktivitas tulis menulis dfimana anggota dapat menulis daftar, pertanyaan, mengisi esai, menuliskan reaksi mereka atau menandai dengan tanda cek hal-hal seputar isu atau topik yang dibahas.
b. Gerak
Latihan gerak mensyaratkan peserta untuk melakukan suatu hal yang bersifat fisikal, karenanya pesertanya harus bergerak.
c. Lingkaran
Latihan yang berguna dimana konselor memiliki akses terhadap kelompok. Latihan ini dapat dilakukan dengan cepat dan membantu dalam mengumpulkan informasi yang berguna.
d. Dyad dan Triad
Dyad Merupakan aktivitas di mana anggotanya dipasangkan dengan satu sama lain untuk mendiskusikan persoalan-persoalan atau untuk menyelesaikan suatu tugas. Triad adalah aktifitas di mana anggotanya di bagi menjadi kelompom berjumlah ganjil. Pada umumnya dyad dan triad sangat berguna karena memberikan kesempatan bagi anggota untuk memiliki kontak yang lebih personal dengan satu sama lain, mengemukakan ide, dan mevariasikan format kelompok.
e. Creative Props
Latihan ini menggunakan berbagai macam perlahan secara kreatif. Peralatan konseling yang berbeda dapat digunakan dalam latihan kelompok yang menarik dan memikat.
f. Arts dan Crafts
Latihan ini membiarkan ekspresikan dalam berbagai cara berbeda seperti melukis, mewarnai, memotong, mengecat, dll. Tujuan latihan untuk menciptakan sesuatu dari berbagai bahan, menciptakan energi, mendatangkan kesenangan, memunculkan minat dan mengembangkan diskusi.
g. Fantasi
Latihan untuk pengembangan dan terapi kelompok, memberdayakan imajinasi dan penggambaran visual anggota kelompok. Fantasi membantu anggota agar menjadi lebih sadar akan perasaan, harapan, keraguan dan ketakutan mereka.


h. Bacaan umum
Latihan ini mensyaratkan peserta untuk membaca cerita pendek, puisi atau dongeng. Tujuan nya untuk pengembangan ide dan pemikiran serta memperdalam fokus terhadap beberapa topik atau isu.
i. Umpan balik
Latihan umpan balik memungkinkan peserta konselor berbagai perasaan dan pemikiran mereka tentang satu sama lain.
j. Kepercayaan
Latihan yang bertujuan untuk mefokuskan perhatian kelompok terhadap isu-isu mengenai rasa percaya khususnya untuk mempercayai orang lain.
k. Experiental
Latiahan yang di desain untuk membawa individu dan kelompok melampui pengharapan mereka ataupun meyakini keinginan mereka untuk mencoba. Aktifitas ini dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan rangkaian yang didesain secara hati-hati dan terbuat dari jalinan tali temali dengan tujuan pembentukan tim.
l. Dilema moral
Latihan yang diberikan cerita kepada peserta dan memutuskan bagaimana peserta menangani situasi dalam cerita itu. Latihan ini berguna dalam membantu anggota kelompok menyadari bahwa setiap individu memiliki nilai-nilai berbeda.
m. Keputusan kelompok
Merupakan Aktivitas pembuatan keputusan kelompok. Latihan ini mensyaratkan para anggota kelompok untuk bekerja sama dalam menangani suatu masalah. Dan bisa dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok kecil tergantung jumlah kelompok.

E.       Keunggulan Layanan Bimbungan Kelompok
          Ada beberapa keuntungan yang mendukung diselenggarakannya bimbingan kelompok, yakni sebagai berikut :
a. Bimbingan kelompok lebih bersifat efektif dan efisien.
b.Bimbingan kelompok dapat memanfaatkan pengaruh – pengaruh seseorang atau beberapa orang
   individu terhadap anggota lainnya.
c. Dalam bimbingan kelompok dapat terjadi saling tukar pengalaman diantara para anggotanya yang
   dapat berpengaruh terhadap tingkah laku individu.
d. Bimbingan kelompok dapat merupakan awal dari konseling individual,sehingga bimbingan kelompok
   dimanfaatkan untuk mempersiapkan individu yang akan mendapat layanan konseling.
e. Bimbingan kelompok dapat menjadi pelengkap dari teknik konseling individual,dalam arti sebagai
   layanan tindak lanjut dari konseling individual.
f. Bagi kasus – kasus tertentu,bimbingan kelompok dapat digunakan sebagai subsituasi,yakni
   dilaksanakan karena kasus tidak dapat ditangani dengan teknik lain.
g. Dalam bimbingan kelompok terdapat kesempatan untuk menyegarkan watak atau pikiran.


Kesimpulan

Layanan Bimbingan Kelompok merupakan jenis layanan yang mengikutkan sejumlah peserta dalam bentuk kelompok, dengan konselor sebagai pemimpin kelompok. Layanan ini mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.
Tujuan umum layanan Bimbingan Kelompok adalah mengembangkan kemampuan sosialisasi anggota kelompok, khususnya kemampuan dalam berkomunikasi. Secara khusus tujuan Layanan Bimbingan Konseling adalah membahas topik-topik tertentu yang  mengandung permasa-lahan actual dan menjadi perhatian anggota kelompok. Melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan topic-topik itu mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif. Dalam hal ini kemampuan berkomunikasi, verbal maupun non verbal, ditingkatkan.
Tahapan dalam Layanan Bimbingan Kelompok ada lima, antara lain : Tahap Pembentukan, Tahap Peralihan dan Transisi, Tahap Kegiatan, Tahap Pengakhiran dan Tahap Evaluasi. Kelima tahapan tersebut runtut sebagaimana tercantum dalam buku.
Dalam Layanan Bimbingan Kelompok perlu adanya metode untuk mengembangkan diskusi dan
partisipasi anggota kelompok. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain : Menulis, gerak, lingkaran, Dyad dan Triad, Creative Props, Arts dan Crafts, fantasi, bacaan umum, umpan balik, kepercayaan, experiental, dilema moral, dan keputusan kelompok.
Salah satu keunggulan dalam layanan bimbingan kelompok yaitu dalam bimbingan kelompok
dapat terjadi saling tukar pengalaman diantara para anggotanya yang dapat berpengaruh terhadap tingkah laku individu.


Daftar Pustaka

Prayitno, 1995. Layanan Bimbingan & Konseling Kelompok. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Prayitno. 2005. Layanan Bimbingan Kelompok, Konseling Kelompok. Padang : FIP Universitas Negeri Padang



Tidak ada komentar:

Posting Komentar