TUGAS
BIMBINGAN DAN KONSELING MASYARAKAT
Dosen
Pengampu : DR. Lue MM

Oleh
:
Agustina
Vivin Wulandari (11012003)
Galuh
Retno Susanti (11012014)
Mega
hanif Fateah (11012027)
PRODI
BIMBINGAN DAN KONSELING (BK)
JURUSAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN (PPB)
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
IKIP
PGRI WATES
PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim, syukur alhamdulillah
kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah, safa’at dan inayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas meringkas yang berjudul “Layanan
Bimbingan Kelompok” sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Selain
untuk memenuhi tugas yang diberikan, ringkasan ini juga dapat digunakan untuk
menambah wacana kita. Sehingga bagi para pembaca yang membaca ringkasan ini
akan memperoleh tambahan wawasan yang mungkin akan berguna kelak.
Meskipun
demikian tidak serta merta dalam pembuatannya dapat selalu berjalan dengan
lancar, karena hal-hal yang tidak di duga dapat muncul sebagai penghalang dalam
pembuatannya.
Sehingga pada kesempatan kali ini kami ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1.
DR. Lue, MM selaku dosen dari mata kuliah BK MASYARAKAT yang
sudah memberi masukan
dalam pembuatan artikel ini.
2.
Teman-teman dari kelompok VI
yang tidak dapat di sebutkan satu per satu yang telah membantu
hingga terselesaikannya tugas ini.
Kami
menyadari bahwa tugas meringkas ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan di dalam penulisan ringkasan
buku ini.
Semoga dengan tugas meringkas ini kami dapat memberikan kontribusi untuk
pengembangan dan peningkatan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Penyusun
Layanan Bimbingan
Kelompok
A. Pengertian
Kelompok adalah sekumpulan orang-orang
yang terdiri dari tiga orang atau lebih. Kelompok memiliki
hubungan yang intensif diantara satu sama lainnya, terutama kelompok primer. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang
dilakukan oleh lebih dari dua orang, tetapi dalam jumlah terbatas dan
materi komunikasi hanya diakses
oleh kalangan kelompok tersebut.
Kelompok kecil adalah sekumpulan
perorangan yang relatif kecil yang masing-masing dihubungkan oleh beberapa
tujuan yang sama dan mempunyai derajat organisasi tertentu diantara mereka.
Layanan Konseling Kelompok (KKp)
dan/atau Bimbingan Kelompok (BKp) merupakan jenis layanan koseling yang
mengikutkan sejumlah peserta dalam bentuk kelompok, dengan konselor sebagai
pemimpin kelompok. Layanan ini mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas
berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pemecahan masalah
individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.
Dalam BKp dibahas topik-topik umum
yang menjadi kepedulian bersama anggota kelompok, sedangkan dalam KKp dibahas
masalah pribadi yang dialami masing-masing anggota kelompok. Baik topik umum
maupun masalah pribadi itu dibahas
melalui suasana dinamika kelompok yang intensif dan konstruktif. Layanan ini
dapat dilakukan di mana saja, di dalam ruangan atau di luar ruangan, di sekolah
atau di luar sekolah, di rumah salah seorang peserta atau dirumah konselor, di
suatu kantor, atau di ruang praktik pribadi konselor. Di manapun kedua jenis
layanan ini dilaksanakan, harus terjamin bahwa dinamika kelompok dapat
berkembang dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan
B. Tujuan
Tujuan umum layanan BKp dan/atau KKp
adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi anggota kelompok, khususnya
kemampuan dalam berkomunikasi. Secara khusus tujuan BKp dan KKp adalah sebagai
berikut.
1. BKp bertujuan membahas
topik-topik tertentu yang mengandung
permasa-lahan actual dan menjadi
perhatian
anggota kelompok. Melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan
topic-topik itu mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan,
dan sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif. Dalam
hal ini kemampuan berkomunikasi, verbal maupun non verbal, ditingkatkan.
2. KKp terfokus pada
pembahasan masalah pribadi salah satu anggota kelompok secara bergantian.
Melalui
layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para
anggota kelompok memperoleh dua tujuan sekaligus, yaitu :
1.) terkembangkannya perasaan, pikiran,
persepsi, wawasan, dan sikap terarah pada ting-kah laku
khususnya
dalam bersosialisasi/komunikasi
2.) terpecahkannya masalah individu yang
bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi anggota
kelompok yang lain.
C. Tahap Bimbingan dan Konseling Kelompok
1.
Tahap Pembentukan
Tahap ini merupakan tahap pengenalan dan
penjajakan, dimana para peserta
diharapkan dapat lebih terbuka menyampaikan harapan keinginan dan tujuan-tujuan
yang ingin dicapai oleh masing-masing anggota. Penampilan pemimpin kelompok
pada tahap ini hendaknya benar-benar bisa meyakinkan anggota kelompok sebagai
orang yang bisa dan bersedia membantu anggota kelompok mencapai tujuan yang
diharapkan.
2.
Tahap Peralihan atau Transisi
Tahap transisi adalah suatu tahap setelah
proses pembentukan dan sebelum tahap kerja kelompok. Dalam kelompok yang
diperkirakan berakhir 12-15 sesi, tahap transisi terjadi pada sesi kedua atau
ketiga dan biasanya berlangsung satu samapai tiga pertemuan. Tahap ini terdiri
dari dua bagian proses yang ditandai dengan ekspresi, sejumlah emosi dan
interaksi anggota.
3. Tahap
Kegiatan
Tahapan kegiatan merupakan tahap inti
dari proses suatu kelompok dan merupakan kehidupan yang sebenarnya dari
kelompok. Tahapan kegiatan selalu dianggap sebagai tahapan yang selalu
produktif dalam perkembangan kelompok yang bersifat membangun (contructive
nature) dan dengan pencapaian hasil yang baik (achievement of results) selama
tahapan kerja hubungan anggota kelompok lebih bebas dan lebih menyenangkan.
4. Tahap
Pengakhiran
Tahap pengakhiran secara keseluruhan
merupakan akhir dari serangkaian pertemuan
kelompok. Keseluruhan pengalaman yang diperoleh anggota selama proses
kerja ini memerlukan perhatian khusus dari pimpinan kelompok, terutama ketika
kelompok hendak dibubarkan. Pembubaran kelompok secara keselruhan idealnya
dilakukan setelah tujuan kelompok tercapai.
5. Evaluasi Kegiatan
Penilaian terhadap kegiatan konseling
kelompok dapat dilakukan secara tertulis dimana para peserta diminta
mengungkapkan perasaannya, harapannya, minat dan sikapnya terhadap berbagai
hal, baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok maupun kemungkinan
keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. Pada tahap ini dilakukan
tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan
kesan-kesan peserta.
D. Metode Dan
Teknik Bimbingan Kelompok.
Salah satu
metode atau teknik dalam bimbingan kelompok dapat diorentasikan pda aktivitas –
aktivitas yang terstruktur,perencana dan terukur baik dalam hal durasi,materi
dan resikonya. Metode atau teknik yang melibatkan aktivitas semacam itu disebut
latihan. Teknik latihan ini mencakup beberapa teknik lain dalam bimbingan
kelompok seperti diskusi,simulasi dan sosiogram. Beberapa ahli memiliki
pendapat yang berbeda – beda mengenai penggunaan latihan dalam situasi kelompok,ada
yang mendukung ada juga yang menentang. Carl Rogers (1970) merupakan salah satu
yang tidak mendukung penggunaan latihan dalam situasi pokok,ia mengemukakan
peran konselor yang tak terstruktur.
Jenis-jenis metode latihan antara lain :
a. Menulis
Latihan
menulis terdiri atas aktivitas tulis menulis dfimana anggota dapat menulis
daftar, pertanyaan, mengisi esai, menuliskan reaksi mereka atau menandai dengan
tanda cek hal-hal seputar isu atau topik yang dibahas.
b. Gerak
Latihan
gerak mensyaratkan peserta untuk melakukan suatu hal yang bersifat fisikal,
karenanya pesertanya harus bergerak.
c. Lingkaran
Latihan
yang berguna dimana konselor memiliki akses terhadap kelompok. Latihan ini
dapat dilakukan dengan cepat dan membantu dalam mengumpulkan informasi yang
berguna.
d. Dyad dan Triad
Dyad
Merupakan aktivitas di mana anggotanya dipasangkan dengan satu sama lain untuk
mendiskusikan persoalan-persoalan atau untuk menyelesaikan suatu tugas. Triad
adalah aktifitas di mana anggotanya di bagi menjadi kelompom berjumlah ganjil.
Pada umumnya dyad dan triad sangat berguna karena memberikan kesempatan bagi
anggota untuk memiliki kontak yang lebih personal dengan satu sama lain,
mengemukakan ide, dan mevariasikan format kelompok.
e. Creative Props
Latihan
ini menggunakan berbagai macam perlahan secara kreatif. Peralatan konseling
yang berbeda dapat digunakan dalam latihan kelompok yang menarik dan memikat.
f. Arts dan Crafts
Latihan
ini membiarkan ekspresikan dalam berbagai cara berbeda seperti melukis, mewarnai,
memotong, mengecat, dll. Tujuan latihan untuk menciptakan sesuatu dari berbagai
bahan, menciptakan energi, mendatangkan kesenangan, memunculkan minat dan
mengembangkan diskusi.
g. Fantasi
Latihan
untuk pengembangan dan terapi kelompok, memberdayakan imajinasi dan
penggambaran visual anggota kelompok. Fantasi membantu anggota agar menjadi
lebih sadar akan perasaan, harapan, keraguan dan ketakutan mereka.
h. Bacaan umum
Latihan
ini mensyaratkan peserta untuk membaca cerita pendek, puisi atau dongeng.
Tujuan nya untuk pengembangan ide dan pemikiran serta memperdalam fokus
terhadap beberapa topik atau isu.
i. Umpan balik
Latihan
umpan balik memungkinkan peserta konselor berbagai perasaan dan pemikiran
mereka tentang satu sama lain.
j. Kepercayaan
Latihan
yang bertujuan untuk mefokuskan perhatian kelompok terhadap isu-isu mengenai
rasa percaya khususnya untuk mempercayai orang lain.
k. Experiental
Latiahan
yang di desain untuk membawa individu dan kelompok melampui pengharapan mereka
ataupun meyakini keinginan mereka untuk mencoba. Aktifitas ini dilakukan di
luar ruangan dengan menggunakan rangkaian yang didesain secara hati-hati dan
terbuat dari jalinan tali temali dengan tujuan pembentukan tim.
l. Dilema moral
Latihan
yang diberikan cerita kepada peserta dan memutuskan bagaimana peserta menangani
situasi dalam cerita itu. Latihan ini berguna dalam membantu anggota kelompok
menyadari bahwa setiap individu memiliki nilai-nilai berbeda.
m. Keputusan kelompok
Merupakan
Aktivitas pembuatan keputusan kelompok. Latihan ini mensyaratkan para anggota
kelompok untuk bekerja sama dalam menangani suatu masalah. Dan bisa dibagi-bagi
menjadi beberapa kelompok kecil tergantung jumlah kelompok.
E. Keunggulan
Layanan Bimbungan Kelompok
Ada beberapa
keuntungan yang mendukung diselenggarakannya bimbingan kelompok, yakni sebagai berikut :
a. Bimbingan kelompok lebih bersifat efektif dan efisien.
b.Bimbingan kelompok dapat memanfaatkan pengaruh – pengaruh
seseorang atau beberapa orang
individu terhadap
anggota lainnya.
c. Dalam bimbingan kelompok dapat terjadi saling tukar
pengalaman diantara para anggotanya yang
dapat berpengaruh
terhadap tingkah laku individu.
d. Bimbingan kelompok dapat merupakan awal dari konseling
individual,sehingga bimbingan kelompok
dimanfaatkan untuk
mempersiapkan individu yang akan mendapat layanan konseling.
e. Bimbingan kelompok dapat menjadi pelengkap dari teknik
konseling individual,dalam arti sebagai
layanan tindak
lanjut dari konseling individual.
f. Bagi kasus – kasus tertentu,bimbingan kelompok dapat digunakan
sebagai subsituasi,yakni
dilaksanakan karena
kasus tidak dapat ditangani dengan teknik lain.
g. Dalam bimbingan kelompok terdapat kesempatan untuk
menyegarkan watak atau pikiran.
Kesimpulan
Layanan Bimbingan Kelompok merupakan
jenis layanan yang mengikutkan sejumlah peserta dalam bentuk kelompok, dengan
konselor sebagai pemimpin kelompok. Layanan ini mengaktifkan dinamika kelompok
untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau
pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.
Tujuan umum layanan Bimbingan
Kelompok adalah mengembangkan kemampuan sosialisasi anggota kelompok, khususnya
kemampuan dalam berkomunikasi. Secara khusus tujuan Layanan Bimbingan Konseling
adalah membahas topik-topik tertentu yang
mengandung permasa-lahan actual dan menjadi perhatian anggota kelompok.
Melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan topic-topik itu mendorong
pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap yang menunjang
diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif. Dalam hal ini kemampuan
berkomunikasi, verbal maupun non verbal, ditingkatkan.
Tahapan dalam Layanan Bimbingan Kelompok
ada lima, antara lain : Tahap Pembentukan, Tahap Peralihan dan Transisi, Tahap
Kegiatan, Tahap Pengakhiran dan Tahap Evaluasi. Kelima tahapan tersebut runtut
sebagaimana tercantum dalam buku.
Dalam
Layanan Bimbingan Kelompok perlu adanya metode untuk mengembangkan diskusi dan
partisipasi anggota kelompok. Beberapa metode yang dapat
dilakukan antara lain : Menulis, gerak, lingkaran, Dyad dan Triad, Creative
Props, Arts dan Crafts, fantasi, bacaan umum, umpan balik, kepercayaan, experiental,
dilema moral, dan keputusan kelompok.
Salah
satu keunggulan dalam layanan bimbingan kelompok yaitu dalam bimbingan kelompok
dapat terjadi saling tukar pengalaman diantara para
anggotanya yang dapat berpengaruh terhadap tingkah laku individu.
Daftar Pustaka
Prayitno, 1995. Layanan
Bimbingan & Konseling Kelompok. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Prayitno. 2005. Layanan Bimbingan Kelompok, Konseling
Kelompok. Padang : FIP Universitas Negeri Padang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar